Laba perusahaan industri Tiongkok turun 7,8 persen dalam 10 bulan pertama tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya berdasarkan data biro Statistik Nasional, NBS. Hal itu menyusul pemulihan ekonomi pascapandemi yang lemah kesulitan mendapatkan momentum. Penurunan ini menyusul penurunan laba sebesar 9 persen dalam sembilan bulan pertama tahun ini. Pemulihan perekonomian Tiongkok tidak merata tahun ini, dengan awal yang baik pada kuartal pertama memudar dengan cepat pada kuartal kedua sebelum mendapatkan momentum di kuartal ketiga. Gambaran yang beragam pada bulan lalu hanya menambah ketidakpastian lantaran tekanan yang berkepanjangan di sektor properti Tiongkok, risiko utang pemerintah daerah, lemahnya permintaan domestik dan global, dan ketegangan geopolitik telah membuat takut investor dan merugikan keuntungan perusahaan. ( tbu )




