Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia mengatakan, pelemahan kurs rupiah berdampak kepada produsen makanan-minuman, lantaran masih ada bahan baku yang diimpor, seperti gula rafinasi. Bagi Produsen skala besar, dampak pelemahan Rupiah telah diperhitungkan, namun bagi produsen skala UMKM imbasnya sangat berat. Ketua Umum Gapmmi, Adhi Lukman menyebutkan, biaya produksi, energi, hingga logistik bagi pelaku industri makanan-minuman membengkak dalam beberapa waktu terakhir, lantaran ada yang berbasis dolar amerika. Akibatnya, produsen makanan-minuman skala kecil harus melakukan penyesuaian harga jualnya dipasaran, guna mengamankan margin yang kian menyusut. ( ben )




