Pemerintah berencana mengenakan cukai pada minuman berpemanis dalam kemasan MBDK mulai tahun depan. Rencana ini masih mendapat pertentangan dari dunia usaha. Ketua Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia Adhi Lukman menilai banyak faktor yang memengaruhi tingginya tingkat obesitas dan diabetes. Menurutnya, konsumsi gula atau pemanis dalam minuman bukan menjadi penyebab utama risiko penyakit itu. Tingginya konsumsi gula harian dari makanan dinilai berkontribusi lebih besar dibanding asupan minuman. Asumsinya MBDK hanya sekitar 1 persen dari total konsumsi. Pengusaha juga beranggapan penerapan cukai terhadap MBDK tidak efektif. Adhi menilai, edukasi sejak dini kepada masyarakat akan lebih tepat sasaran untuk mengurangi risiko diabetes. ( tbu )



