Publik diminta mewaspadai berbagai tawaran kerja part time dan freelance, yang marak beredar melalui aplikasi Whatsapp. pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya menjelaskan, modus penipuan tersebut mirip dengan skema ponzi dalam robot trading, dimana korbannya akan diberikan keuntungan kecil-kecil lebih dulu, agar kemudian terjebak menanamkan investasi lebih besar. Adapun modusnya, Korban diarahkan untuk melakukan like dan subscribe video YouTube dengan imbalan, dan berikutnya diajak bergabung dalam group Telegram, serta diminta melakukan deposit sejumlah uang, dengan iming-iming imbalan besar. ( ben )




