Melandainya harga batubara dan kenaikan beban royalti mulai berdampak pada kinerja Adaro Energy Indonesia. Emiten pertambangan ini masih mampu mencetak pertumbuhan laba bersih, namun tak lagi sebesar tahun lalu saat terjadinya commodity boom. ADRO membukukan laba bersih 458 juta dolar amerika sepanjang kuartal pertama tahun ini, tumbuh 14,49 persen secara tahunan. ( tbu )




