Emiten sektor consumer, Mayora Indah, telah menyerap dana capex sebesar 915 miliar rupiah untuk penyelesaian pembangunan pabrik wafer dan biscuit. Serapan dana capex tersebut setara 45,7 persen, dari total alokasi dana belanja modal perseroan di sepanjang tahun ini. Disebutkan, sepertiga dari alokasi belanja modal Mayora Indah yang senilai 2 triliun rupiah berasal dari kas internal, sementara sisanya didukung oleh pinjaman dari beberapa perbankan. Tercatat, Pinjaman bank jangka panjang Mayora bertambah dari 510 miliar rupiah pada bulan September tahun lalu, menjadi sekitar 1 triliun rupiah. Sementara nilai utang obligasi Mayora Indah bertambah menjadi 1 setengah triliun rupiah. ( ben )



