Investasi properti di Tiongkok turun 8 persen pada triwulan ketiga tahun ini dibanding periode sama tahun lalu. Memburuk dari penurunan delapan bulan pertama yaitu 7,4 persen. Biro Statistik Nasional mencatat penurunan penjualan sebesar 22,2 persen di triwulan ketiga ini yang dipicu harga rumah yang terus mendingin. Menanggapi krisis properti yang belum pulih, pada akhir September lalu Pemerintah Tiongkok telah meluncurkan serangkaian kebijakan stimulus untuk menopang sektor properti yang tertekan. Stimulus tersebut termasuk pelonggaran tingkat suku bunga pinjaman untuk pembeli pertama kali di beberapa kota, pemotongan suku bunga di bawah dana penyediaan perumahan untuk pembeli pertama, dan keringana pajak penghasilan. ( tbu )



