Argentina bakal memperketat aturan ekspor demi menjaga cadangan mata uang asing di bank sentral yang makin menipis. Hal ini dilakukan merespons defisit neraca perdagangan pada Juli yang sebesar 437 juta dolar amerika, atau sekitar 6,4 triliun rupiah. Ini merupakan defisit yang terjadi dua kali berturut-turut untuk negara dengan kapasitas ekonomi terbesar ketiga di Amerika Latin. Ekspor Argentina sendiri sebetulnya dalam tujuh bulan pertama tahun ini meningkat 22% dibandingkan periode sama tahun lalu. Namun, impor juga melonjak, bahkan lebih besar di angka 44 setengah persen. ( tbu )




