Bank sentral Zimbabwe melakukan langkah paling agresif dengan mengkerek suku bunga lebih dari dua kali lipat menjadi 200 persen dari sebelumnya 80 persen. Komite kebijakan moneter sangat prihatin dengan kenaikan inflasi yang merusak permintaan dan kepercayaan konsumen. Jika tidak dikendalikan, akan membalikkan keuntungan ekonomi yang signifikan yang dicapai selama dua tahun terakhir. Sebagai catatan, tingkat inflasi tahunan Zimbabwe melonjak menjadi 192 persen pada Juni, level tertinggi dalam setahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga makanan lebih dari tiga kali lipat. Kenaikan harga telah didorong oleh depresiasi tajam dalam dolar Zimbabwe, yang telah kehilangan lebih dari dua pertiga nilainya terhadap dolar Amerika tahun ini. ( tbu )



