Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia ini mencapai 5,1 persen year on year. Tapi, lembaga tersebut melihat ada risiko pertumbuhan ekonomi Indonesia tak mencapai level tersebut, atau hanya tumbuh di kisaran 4,6 persen tahun ini. Menurut Kepala Ekonom Bank Dunia Indonesia dan Timor Leste Habib Rab, risiko penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini tak lepas dari kondisi ekonomi global. Saat ini dunia masih diwarnai dengan ketegangan politik antara Rusia dan Ukraina yang kemudian memberi dampak berupa peningkatan harga komoditas. Di satu sisi, memang peningkatan harga komoditas mendorong peningkatan ekspor Indonesia. Namun, peningkatan harga komoditas ini akan menyulut inflasi, yang membuat pemerintah harus menambah jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang menggerus anggaran. ( tbu )



