Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia atau Inaplas, meminta pemerintah memperpanjang bahkan membuat permanen insentif tarif bea masuk 0%, untuk impor liquefied petroleum gas atau LPG, sebagai bahan baku industri petrokimia. Ketua Umum Inaplas, Suhat Miyarso mengatakan, kebijakan tersebut akan berakhir bulan Januari 2027, sehingga, Inaplas meminta dukungan Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji agar insentif tersebut dapat diperpanjang atau ditetapkan permanen. Menurut Inaplas, pemberian insentif tersebut membantu menekan biaya produksi industri petrokimia, meski dampaknya belum terlalu signifikan. Sementara di sisi lain, pemerintah juga perlu mencari solusi agar harga LPG untuk bahan baku industri dapat lebih kompetitif dibandingkan nafta. ( ben )




