Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI mengungkap terduga pelaku peretasan bursa kripto terbesar di dunia, Binance. FBI menyebut Korea Utara sebagai dalang di balik aksi ini. Serangan yang terjadi sekitar 29 Oktober 2026 itu membuat aset Binance senilai 6,3 miliar dollar Amerika atau sekitar 114 triliun rupiah terdampak. Menurut FBI, serangan ini terkait dengan kelompok peretas yang terhubung dengan Korea Utara, yakni TraderTraitor. Grup ini juga dikenal dengan nama Lazarus Group dan APT38. FBI telah mengidentifikasi aktivitas kelompok tersebut dan meminta perusahaan di industri kripto untuk memblokir transaksi yang berkaitan dengan aset hasil pencurian. ( tbu )




