Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan arah kebijakan suku bunga bank sentral akan bergantung pada perkembangan data ekonomi dan kondisi pasar. Hal ini sekaligus menjawab perihal kemungkinan adanya kenaikan suku bunga acuan BI Rate, mengacu kepada arah suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed menutup tahun 2026. Menurut Destry, BI memiliki berbagai instrumen kebijakan moneter, termasuk insentif biaya lindung nilai atau hedging, kebijakan makroprudensial, serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia SRBI. Destry menambahkan, beragam instrumen itu dapat digunakan untuk merespons dinamika pasar keuangan dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah tanpa hanya bergantung pada perubahan suku bunga acuan. ( tbu )




