Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia atau Periklindo Moeldoko mengusulkan agar kebijakan bebas ganjil genap untuk mobil listrik di Jakarta mulai dipertimbangkan untuk dicabut ketika populasi kendaraan listrik atau EV mencapai sekitar 30 persen. Menurut Moeldoko, usulan tersebut telah dibahas bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Namun, untuk saat ini, ia menilai kebijakan bebas ganjil genap masih diperlukan guna mendorong minat masyarakat terhadap kendaraan listrik. Moeldoko menilai jika pada akhirnya fasilitas bebas ganjil genap itu dicabut tidak serta-merta membuat masyarakat berhenti membeli mobil listrik. Menurut dia, pertimbangan konsumen dalam memilih kendaraan kini juga semakin dipengaruhi oleh efisiensi biaya yang ditawarkan. ( tbu )




