Taiwan menghentikan sebagian besar aktivitas pada Jumat 23 oktober 2026 menjelang kedatangan Topan Champi yang diperkirakan membawa angin kencang dan hujan lebat. Badai tersebut memicu pembatalan ratusan penerbangan, penutupan pasar keuangan, serta evakuasi warga dari wilayah pegunungan. Otoritas Taiwan melaporkan satu orang meninggal dunia dan 94 orang mengalami luka-luka akibat dampak badai. Pemerintah juga telah mengevakuasi hampir 1.300 orang dari kawasan pegunungan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. Meski intensitasnya mulai melemah, Champi masih berpotensi menerjang langsung Taiwan. Pada Jumat, pusat badai berada sekitar 320 kilometer di sebelah timur ujung selatan Taiwan. ( tbu )



