Pasar smartphone mengalami penurunan terparah dalam sejarah pada kuartal September, setelah kenaikan biaya memori menyebabkan pengiriman anjlok 22%, dengan prospek yang diperkirakan semakin memburuk, menurut lembaga riset pasar IDC. Kenaikan biaya penyimpanan selama setahun terakhir, telah merugikan profitabilitas di seluruh sektor ponsel seluler. Situasi ini memaksa para pemilik merek untuk menaikkan harga, mengurangi spesifikasi, serta menghentikan produksi model-model yang berfokus pada anggaran. Beberapa brand asal Tiongkok, seperti Xiaomi dan OPPO mengalami dampak terparah diantara merek-merek terkemuka, sementara kinerja Apple dan Samsung Electronics lebih baik berkat portofolio ponsel premium mereka yang lebih luas. ( tbu )




