Nilai tukar rupiah mencoba bangkit terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa 13 Oktober, meski penguatan rupiah di pasar spot berbanding terbalik dengan kurs referensi Bank Indonesia atau Jisdor BI yang kembali melemah. Tercatat, rupiah di pasar spot asia ditutup pada level 17.900 per USD, menguat tipis 0,07% dibanding Senin kemarin. Sebaliknya, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI melemah 0,17% ke level 17.930 per dolar. Pergerakan rupiah berlangsung di tengah koreksi dolar AS dari level tertinggi dalam 18 bulan. Indeks dolar Amerika, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, turun 0,25% menjadi 102,29 pada Selasa. Sehari sebelumnya, indeks tersebut sempat menyentuh 102,61, level tertinggi sejak April 2025. ( ben )




