Pemerintah Malaysia mempertahankan anggaran bernilai besar untuk subsidi bahan bakar minyak di tahun 2027. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan biaya hidup dan ketidakpastian harga energi global. Pemerintah Malaysia mengalokasikan 40 miliar ringgit atau setara sekitar 175 triliun rupiah untuk subsidi bahan bakar minyak di tahun 2027. Jumlah tersebut sama besar dengan perkiraan realisasi subsidi BBM tahun 2026, yang melonjak dari kuota awal 15 miliar ringgit. Dengan jumlah penduduk Malaysia sebanyak 34,4 juta jiwa pada tahun 2026, menurut Department of Statistics Malaysia, maka subsidi BBM per jiwa angkanya setara sekitar 5 juta rupiah per tahun. Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan, total anggaran subsidi, bantuan, dan insentif pemerintah diperkirakan melampaui 80 miliar ringgit pada tahun depan. ( ben )




