Kementerian Kehutanan mencatat peningkatan hotspot sebagai indikator terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah, terutama Kalimantan dan Sumatra. Secara nasional jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi menunjukkan penurunan tipis dibandingkan sehari sebelumnya. Namun, di 6 provinsi prioritas di Sumatra dan Kalimantan mayoritas terjadi peningkatan hotspot. Kalimantan Tengah 225 titik, meningkat dari 182 titik; Sumatera Selatan: 224 titik, meningkat dari 71 titik; Kalimantan Barat: 47 titik, meningkat dari 34 titik; Kalimantan Selatan: 31 titik, meningkat dari 18 titik; Jambi: 16 titik, turun dari 21 titik. Kemenhut menyatakan perkembangan itu menunjukkan meski secara nasional terjadi penurunan tipis, konsentrasi hotspot pada wilayah tertentu masih membutuhkan perhatian dan respons lapangan yang kuat. ( tbu )




