Garuda Indonesia membukukan pertumbuhan pendapatan dua digit dan memangkas rugi bersih sepanjang semester satu 2026, ditengah harga avtur melonjak tajam. Kinerja itu sejalan dengan pemulihan armada perusahaan. Hingga Juni 2026, jumlah armada operasional Garuda mencapai 104 pesawat. GIAA sepanjang semester pertama tahun ini mengantongi pendapatan 1,8 miliar rupiah, naik 16% secara tahunan. Penerbangan berjadwal masih jadi penyumbang terbesar dengan pendapatan 1,31 miliar dolar amerika, naik 10,9%. Sementara itu, rugi bersih GIAA menyusut 23,2% menjadi 113 juta dolar amerika. ( tbu )




