Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bukan negaranya yang memiliki senjata nuklir, melainkan Israel. Pernyataan itu disampaikan saat ia berpidato di Sidang Majelis Umum PBB pada Rabu 23 September. Dalam pidato itu, Pezeshkian mengatakan bahwa “bom atom dan nuklir” ada di tangan Israel, bukan Iran. Namun, badan pengawas nuklir justru datang ke Teheran alih-alih Tel Aviv. Badan Energi Atom Internasional IAEA telah menginspeksi fasilitas nuklir Iran sejak Teheran meratifikasi Perjanjian Nonproliferasi Nuklir NPT pada 1970. Namun, inspeksi tersebut mulai terhenti pada Juli 2025 usai Iran mengesahkan undang-undang yang menghentikan kerja sama dengan pengawas nuklir PBB tersebut imbas perang dengan AS-Israel. ( tbu )




