Badan Pengawas Tenaga Nuklir atau Bapeten mengawasi ketersediaan stok uranium sebanyak 20 kilogram yang masih tersimpan di PT Industri Nuklir Indonesia atau Inuki, meski operasional perusahaan telah terhenti. Jumlah material bahan bakar nuklir itu tercatat setara dengan satu bom nuklir sehingga memerlukan penanganan keselamatan dan pengamanan yang ketat. Plt Kepala Bapeten menekankan proses serah terima PT Inuki ke Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN yang hingga saat ini belum terselesaikan. Bapeten mencatat bahan bakar reaktor nuklir di Serpong saat ini sudah habis dan tidak ada lagi produksi lokal. Pasokan bahan bakar untuk reaktor tersebut tidak dapat dibeli dari negara lain karena sebelumnya diproduksi khusus oleh PT Inuki. Selain persoalan stok uranium, Bapeten mengidentifikasi fasilitas Gedung 10 dan Gedung 60 milik PT Inuki masih memerlukan proses dekontaminasi. ( tbu )




