Lonjakan valuasi Apple sebesar 570 miliar dolar amerika atau setara 10 ribu 38 triliun rupiah pada musim panas ini membebani CEO baru, John Ternus, dengan ekspektasi tinggi menjelang acara paling dinanti perusahaan dalam beberapa tahun terakhir: rilisnya iPhone lipat. Harga saham telah melonjak 14% sejak 25 Juni, ketika perusahaan mengumumkan kenaikan harga pada banyak produknya, yang menyebabkan saham mengalami penurunan terburuk dalam lebih dari setahun. Sejak saat itu, sebagian besar kenaikan tersebut didorong oleh antusiasme terhadap jajaran perangkat baru, terutama ponsel lipat. Namun, harga saham masih turun sekitar 8% dari rekor tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada 28 Juli. Lonjakan Saham Apple Berikan Tekanan pada CEO Baru untuk Mewujudkan iPhone Lipat. ( tbu )




