Perusahaan-perusahaan asal Tiongkok semakin beralih ke penggalangan dana melalui saham untuk membiayai ambisi mereka dibidang AI, sehingga memicu kekhawatiran investor terkait dilusi laba dan kelebihan pasokan di pasar yang kinerjanya sudah kurang memuaskan. Perusahaan teknologi Tiongkok yang terdaftar di bursa telah mengumpulkan lebih dari 41 miliar dolar amerika setara 719 triliun rupiah melalui penawaran saham tambahan tahun ini, yang diperkirakan menjadi yang tertinggi sejak 2020. Alibaba Group Holding memimpin daftar itu dengan penempatan ekuitas senilai 10 miliar dolar amerika, setara 175 triliun rupiah bulan lalu, yang merupakan yang terbesar di pasar Hong Kong, diikuti oleh Z dot AI, MiniMax Group dan Shanghai Biren Technology. ( tbu )




