Cadangan devisa Jepang mencatat penurunan terbesar sepanjang sejarah pada Agustus 2026. Penurunan itu terjadi setelah pemerintah Jepang kembali melakukan intervensi besar-besaran di pasar valuta asing untuk menopang nilai tukar yen yang terus melemah. Cadangan devisa Jepang pada akhir Agustus tercatat 1 koma 208 triliun dolar amerika. Angka tersebut turun 79,6 miliar atau 6,18% dibandingkan posisi akhir Juli. Penurunan itu terutama dipicu oleh berkurangnya aset surat berharga asing, yang sebagian besar berupa US Treasury. Surat utang pemerintah AS tersebut diperoleh Jepang dalam operasi pembelian dolar yang dilakukan sekitar dua dekade lalu dan menyumbang sekitar 70% dari total cadangan devisa Jepang. ( tbu )




