Platform investasi digital, Ajaib, memastikan belum memiliki rencana untuk melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana saham atau IPO. CEO Ajaib, Anderson Sumarli, mengatakan perusahaan saat ini masih akan fokus memanfaatkan suntikan dana yang baru diperoleh senilai 4,8 triliun rupiah dari SBI Holdings Jepang. Meski belum berencana melakukan IPO, Anderson menyatakan Ajaib tetap mendukung perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan. Menurut dia, posisi Ajaib yang bergerak di industri pasar modal membuat perusahaan juga turut membantu calon emiten masuk ke Bursa melalui mekanisme e-IPO. Tercatat, Dalam 12 bulan terakhir Ajaib sudah bantu hampir 20 perusahaan melakukan IPO melalui mekanisme e-IPO. ( ben )




