Pemerintah berencana kembali menarik utang sebesar 876,3 triliun rupiah di tahun 2027. Hal ini tertuang dalam Buku dua Nota Keuangan beserta RAPBN Tahun Anggaran 2027. Dalam dokumen itu disebutkan porsi Surat Berharga Negara SBN menjadi sumber pendanaan tertinggi dengan total sebesar 779,9 triliun rupiah, naik 5,9% dibandingkan outlook 2026. Pembiayaan utang yang berasal dari SBN akan dipenuhi melalui penerbitan SUN dan Sukuk Negara. Sementara pinjaman Pemerintah terdiri dari pinjaman dalam negeri dan pinjaman luar negeri. Instrumen pinjaman akan lebih banyak dimanfaatkan untuk mendorong kegiatan/program prioritas Pemerintah. ( tbu )




