Leicester City resmi masuk bursa penjualan dengan banderol lebih dari 200 juta poundsterling atau 4,8 triliun rupiah. Pemilik klub asal Thailand, King Power, disebut siap mengakhiri kepemilikannya yang telah berlangsung selama 16 tahun. Kepastian Leicester City ditawarkan ke calon investor muncul setelah Citigroup menyiapkan dokumen penjualan untuk membantu klub mencari pemilik baru. Dokumen setebal delapan halaman tersebut diberi nama “Project Lineup” dan telah diedarkan kepada calon pembeli. Dalam dokumen penjualan, Citigroup mencantumkan Leicester City bersama tim putri dan sejumlah aset utama klub. Aset yang ditawarkan mencakup King Power Stadium yang memiliki kapasitas sekitar 32 ribu penonton. Fasilitas latihan Seagrave yang dibuka pada 2020 juga masuk dalam paket tersebut dan ditaksir bernilai 121 juta poundsterling. ( tbu )




