Intel menawarkan saham baru senilai 15 miliar dolar amerika setara 266,3 triliun rupiah dalam apa yang menjadi penawaran saham publik pertamanya sejak produsen chip tersebut go public pada 1971. Langkah Intel ini sebagai upaya memperluas kebangkitan perusahaannya dan memanfaatkan booming AI. Dana tersebut yang dialokasikan untuk keperluan korporasi umum dimaksudkan untuk membantu Intel menjangkau pasar baru, seperti penerapan AI di dunia nyata dan chip khusus. Saham Intel dilaporkan turun 4,1% dalam perdagangan di New York menjadi 97,52 dolar amerika pada Senin waktu amerika usai pengumuman tersebut. Investor existing umumnya tidak menyukai penawaran saham baru lantaran transaksi itu akan mengencerkan kepemilikan mereka. ( tbu )




