Persaingan bisnis restoran ramen semakin ketat seiring bertambahnya pemain dan tekanan biaya operasional. Kondisi ini membuat pelaku usaha perlu mengubah strategi dari sekadar mengejar ekspansi menjadi mengejar pertumbuhan yang sehat. Wakil Ketua Umum Restoran Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia PHRI Susanty Widjaya mengatakan, persaingan bisnis ramen kedepan akan semakin ditentukan oleh kemampuan pemain menjaga efisiensi dan mempertahankan pelanggan. Persaingannya akan semakin selektif. Bukan lagi siapa yang paling cepat membuka outlet, tetapi siapa yang paling efisien dan mampu mempertahankan pelanggan. Biaya bahan baku, tenaga kerja, sewa, utilitas, dan logistik menjadi sejumlah tekanan bagi bisnis restoran. ( tbu )




