Larangan membuang atau memusnahkan pakaian dan sepatu yang tidak terjual, resmi berlaku di seluruh Uni Eropa pada Minggu 19 Juli 2026. Ini adalah langkah terbaru Uni Eropa untuk mengurangi limbah. Setiap tahunnya, ratusan ribu ton pakaian dihancurkan di 27 negara anggota Uni Eropa karena rusak, stok lama, atau hasil pengembalian barang. Aturan baru ini akan berdampak besar pada toko eceran fesyen skala besar, pedagang grosir, dan pabrik pakaian, yang mana hanya 20 persen dari total pakaian itu dibuat di Uni Eropa. Dibawah Aturan baru itu, perusahaan besar dengan lebih dari 250 karyawan dan pendapatan diatas 50 juta Euro dilarang memusnahkan stok pakaian, aksesori, dan sepatu yang tidak terjual. Mereka harus mencari cara tetap menjual produk itu misalnya lewat diskon, menjual ke pasar lain, atau mendonasikannya ke lembaga amal. ( tbu )




