Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia Aptrindo menilai kenaikan biaya operasional akibat implementasi biodiesel B50 belum bisa langsung diimbangi dengan kenaikan tarif angkutan. Persaingan yang ketat di industri logistik membuat pelaku usaha masih memilih melakukan efisiensi dibanding menaikkan tarif kepada pelanggan. Secara bisnis setiap kenaikan biaya operasional seharusnya tercermin dalam tarif jasa angkutan. Namun kondisi pasar saat ini belum memungkinkan pengusaha melakukan penyesuaian harga secara sepihak. Tambahan biaya tidak hanya berasal dari penggantian komponen kendaraan. Kerugian yang lebih besar justru muncul ketika armada harus berhenti beroperasi akibat gangguan pada sistem bahan bakar. Satu unit truk yang mengalami downtime dapat menyebabkan keterlambatan distribusi sekaligus menghilangkan potensi pendapatan harian perusahaan. ( tbu )




