Pemerintah baru saja menyampaikan outlook APBN 2026. Dalam outlook itu, pemerintah menyebut pendapatan Negara 2026 diprakirakan sebesar 3 ribu 208,1 triliun, atau 101,73% dari target APBN. Sementara belanja negara diproyeksikan 3 ribu 942,4 triliun atau 102,95% dari rencana. Artinya, defisit 2026 diprakirakan mencapai 734,3 triliun. Lebih lebar dari rencana APBN yang 689,1 triliun, dan rasio atas PDB pun menjadi 2,85% dari rencana 2,68%. Awalil Rizky, Ekonom Bright Institute, menilai pelebaran defisit itu harus diimbangi pembiayaan anggaran dalam jumlah yang setara. Pembiayaan anggaran merupakan penerimaan yang harus dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali. Dengan demikian, pembiayaan bisa bersifat pengeluaran ataupun penerimaan. ( tbu )




