Sebuah kapal komersial dilaporkan dihantam oleh proyektil tidak dikenal di Selat Hormuz pada Kamis 25 juni waktu setempat. Insiden ini menjadi serangan pertama yang dilaporkan setelah tercapainya kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran, sekaligus menjadi pukulan telak bagi upaya pemulihan jalur lalu lintas pelayaran energi vital dunia tersebut. Kapal yang menjadi sasaran adalah Ever Lovely, sebuah kapal kontainer berukuran sedang yang mengibarkan bendera Singapura. Kapal itu mengalami hantam pada bagian lambung samping dan kerusakan diarea anjungan saat sedang berlayar di tenggara Oman. Namun data pelacakan kapal menunjukkan kapal tersebut masih mampu melanjutkan pelayaran melewati selat sempit itu pada Jumat dini hari. ( tbu )




