Bursa Efek Indonesia mempertanyakan sikap MSCI yang mempersoalkan tidak adanya informasi emiten dalam bahasa inggris, sehingga menyulitkan investor global. Sikap itu juga yang menjadi salah satu faktor MSCI membekukan rebalancing konstituen dari Indonesia hingga menurunkan atau downgrade transparansi bursa saham RI. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mempertanyakan MSCI mendapat info darimana lantaran sesuai peraturan bursa, seluruh laporan keuangan sudah harus disampaikan dalam dua bahasa. Jeffrey akan meminta klarifikasi terkait poin itu, apakah ketersediaan informasi dalam bahasa inggris juga termasuk pihak lain di lingkungan pasar modal selain emiten. Klarifikasi tersebut wajib dilakukan, lantaran otoritas bursa saham sudah berupaya optimal meningkatkan transparansi bursa saham domestik selama beberapa bulan terakhir. ( tbu )




