Langkah pemerintah mengambil alih kembali lahan dan bangunan eks Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno memicu dorongan agar evaluasi serupa dilakukan terhadap aset-aset strategis negara lainnya termasuk Lapangan Golf Senayan. Pemerintah diminta meninjau kembali pemanfaatan kawasan itu agar memberi manfaat lebih besar bagi publik dan kepentingan jangka panjang negara. Direktur Rumah Politik, Fernando Emas, menilai momentum penertiban aset negara di kawasan GBK seharusnya menjadi titik awal penataan ulang berbagai aset strategis yang selama ini dikelola pihak lain. Menurutnya, kawasan Lapangan Golf Senayan berpotensi dialihfungsikan untuk kebutuhan yang lebih luas, mulai dari ruang terbuka hijau, hutan kota, pusat perkantoran hingga kawasan hunian bagi pekerja di Jakarta. Ia juga menekankan pentingnya konsistensi pemerintah dalam menarik kembali aset negara yang masa kerja sama atau kontraknya berakhir. ( tbu )




