Divisi game Microsoft, Xbox, bersiap melakukan “reset” bisnis dalam 100 hari kedepan. Langkah ini dilakukan setelah perusahaan mengakui menghadapi sejumlah masalah, mulai dari penurunan pendapatan, margin keuntungan yang menipis, hingga kenaikan biaya produksi. Rencana tersebut diungkap CEO Xbox Asha Sharma, dalam surat internal kepada karyawan global Xbox. Sharma mengatakan perusahaan perlu mengatur ulang bisnis agar kembali sehat dan mampu bersaing dalam jangka panjang. Kabar ini muncul ditengah laporan Microsoft berencana PHK besar-besaran di divisi Xbox. Gelombang PHK baru diperkirakan diumumkan setelah tahun fiskal Microsoft berakhir 30 Juni 2026. Selain pengurangan karyawan, Xbox juga dilaporkan akan memangkas anggaran pemasaran dan sejumlah area bisnis lainnya sebagai bagian dari upaya efisiensi. ( tbu )




