Permintaan dan pasokan di Tiongkok bergerak tidak seimbang. Data terbaru menunjukkan, produksi meningkat, sementara penjualan ritel malah merosot. Menurut National Bureau of Statistics NBS Tiongkok, penjualan ritel turun 0,6% di Mei. Data penjualan ritel ini merupakan salah satu indikator utama konsumsi. Di April, penjualan ritel Tiongkok masih naik 0,2%. Penurunan tersebut merupakan penurunan pertama sejak Desember 2022. Realisasi data Mei tersebut juga dibawah konsensus proyeksi ekonom yang memprediksi penjualan ritel stagnan. Bahkan libur Hari Buruh selama lima hari gagal mengangkat minat belanja konsumen. Dampak kebijakan skema tukar tambah barang konsumsi pemerintah juga mulai memudar. Basis yang tinggi dari Mei tahun lalu juga berkontribusi pada penurunan tersebut. ( tbu )




