Survey BI IPR Mei 2026 terkontraksi 3,2% secara tahunan

Emiten ritel di Tanah Air perlu kerja keras untuk mencetak kinerja memuaskan di semester pertama tahun ini, dengan tantangan utama, daya beli masyarakat yang belum pulih. Kondisi ini tecermin dari data indeks penjualan riil atau IPR bulan Mei 2026, yang dirilis Bank Indonesia akhir pekan lalu. Dalam surveinya, BI mengumumkan data IPR Mei 2026 diprediksi mencapai 225. Angka ini terkontraksi 3,2% secara tahunan. Data ini melanjutkan kontraksi di bulan April 2026, yang juga turun 3,7% secara tahunan.  Secara bulanan, IPR juga anjlok 0,9% pada Mei 2026, melanjutkan tren pelemahan pada bulan sebelumnya sebesar 11,6%. Investment Analyst Infovesta Utama melihat, pelemahan IPR jadi indikator konsumsi masyarakat masih belum terlalu kuat. Ini jadi sentimen negatif untuk sektor ritel. Saat ini masyarakat cenderung lebih selektif dalam berbelanja. ( ben )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *