Starbucks Korea akan menutup operasional gerainya lebih awal pada 22 Juni 2026 untuk menggelar pelatihan sejarah bagi para karyawannya. Pelatihan tersebut juga akan dihadiri oleh Chairman Shinsegae Group, Chung Yong-jin, beserta jajaran eksekutif perusahaan. Shinsegae merupakan grup ritel Korea Selatan yang mengoperasikan bisnis Starbucks di negara tersebut. Langkah ini dilakukan setelah Starbucks Korea menghadapi gelombang kritik publik pada bulan lalu terkait sebuah kampanye pemasaran yang dinilai mengingatkan masyarakat pada peristiwa penumpasan brutal demonstrasi pro-demokrasi tahun 1980 di Korea Selatan. Kontroversi tersebut memicu reaksi luas dari masyarakat karena peristiwa 1980, yang dikenal sebagai Tragedi Gwangju, merupakan salah satu momen paling sensitif dalam sejarah modern Korea Selatan. Dalam peristiwa itu, aksi demonstrasi pro-demokrasi ditindak secara keras oleh rezim militer yang berkuasa saat itu. ( ben )




