Bank Indonesia memperbesar cadangan likuiditas valuta asing melalui kerja sama bilateral currency swap arrangement BCSA dengan bank sentral Tiongkok. Komitmen itu ditegaskan dalam pertemuan tingkat tinggi di Shanghai Kamis kemarin. Gubernur BI Perry Warjiyo dan Gubernur People’s Bank of China Pan Gongsheng sepakat menjajaki peningkatan nilai BCSA antara kedua bank sentral. BCSA adalah skema kerja sama yang memungkinkan dua bank sentral saling menukar mata uang masing-masing dalam jumlah dan periode tertentu. Fasilitas ini dapat digunakan untuk memperkuat likuiditas valas ketika pasar keuangan menghadapi tekanan. Kerja sama BCSA antara BI dan PBOC telah berlangsung sejak Maret 2009 dan terakhir diperbarui Januari 2022 dengan nilai mencapai 250 miliar yuan. ( tbu )




