IBM Asia Pacific mengatakan, Indonesia memiliki peluang besar untuk memanfaatkan Agentic AI sebagai pendorong pertumbuhan bisnis baru. Pasalnya, Teknologi tersebut dinilai mampu membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat inovasi, hingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Data IBM menunjukan, perkembangan AI di kawasan Asia Pasifik akan menjadi salah satu faktor utama penciptaan nilai ekonomi digital dalam beberapa tahun mendatang. IBM memperkirakan sekitar 50% nilai bisnis digital baru di Asia Pasifik pada tahun 2030 akan didorong oleh pemanfaatan teknologi AI. Tren tersebut mulai terlihat di Indonesia. Berdasarkan IBM CEO Study 2026, sebanyak 90% CEO di Indonesia telah mengintegrasikan AI ke berbagai alur kerja perusahaan. Selain itu, 80% CEO menilai AI telah mengubah cara perusahaan mendefinisikan inti bisnis mereka, sementara 65% mengaku nyaman mengambil keputusan strategis berdasarkan insight yang dihasilkan AI. ( ben )




