Pelemahan rupiah hingga menembus 18.000 per dolar amerika berpotensi memberikan tekanan yang lebih besar terhadap sektor manufaktur nasional. Meski dampaknya belum langsung terlihat pada harga barang, risiko kenaikan biaya produksi dinilai akan meningkat apabila pelemahan kurs berlangsung dalam jangka panjang. ( tbu )




