Industri retail terdampak pelemahan rupiah

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika mulai berdampak kepada industri ritel nasional, seperti tercermin dari langkah Sejumlah emiten riteler mulai menyesuaikan harga jual produknya, seiring kenaikan biaya dari sisi pemasok, yang dipicu oleh kenaikan harga pada komponen impor. Di sisi lain, lonjakan harga bahan baku plastik terutama imbas kenaikan harga minyak global dan gangguan rantai pasok dari Timur Tengah, memicu kenaikan harga berbagai jenis kemasan hingga 90%. Tekanan biaya produksi ini memaksa pelaku industri pangan, UMKM, hingga peritel mengerek harga jual produk agar bisa bertahan. Tercatat, emiten riteler Supra Boga Lestari atau RANC, sebagai pengelola gerai Ranch Market, telah melakukan penyesuaian harga beberapa produknya sesuai kondisi dari para pemasoknya. Selain itu, emiten retailer lainnya, Midi Utama Indonesia atau MIDI, sebagai pengelola jaringan gerai ritel Afamidi hingga Alfa Express market, juga menyesuaikan harga produknya. Lantaran pihak principal telah menaikkan harga, akibat tertekannya nilai tukar rupiah. ( ben )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *