Laporan terbaru Counterpoint Research, menyebut terjadi lonjakan signifikan pada pasar memori NAND flash global pada kuartal pertama 2026, lantaran didorong lonjakan permintaan infrastruktur AI. Pendapatan industri NAND flash mencapai 46 miliar dolar amerika, atau 824 triliun rupiah, hampir dua kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya dan melonjak 3,5 kali dibandingkan kuartal pertama tahun lalu. Counterpoint mencatat pertumbuhan ini sejalan kenaikan harga sensasional yang sebelumnya terjadi di pasar memori DRAM. Analis menilai, ekspansi pusat data AI dan transisi menuju sistem Agentic AI jadi faktor utama yang mendorong lonjakan permintaan NAND flash. Segmen eSSD yang digunakan pada server kini menyumbang 43% dari total pasar NAND global pada kuartal pertama 2026 dan diperkirakan melampaui 60% pada akhir tahun. ( tbu )




