Otoritas perencana ekonomi utama Tiongkok, dilaporkan telah mengizinkan sejumlah kilang independen untuk memangkas produksi mulai bulan Juni. Kebijakan ini disebut sebagai tanda meningkatnya keyakinan pemerintah Beijing dalam menghadapi potensi guncangan pasokan minyak akibat penutupan Selat Hormuz di tengah krisis geopolitik timur tengah. Beberapa kilang independen di Provinsi Shandong, yang dikenal sebagai teapot refiners, di perbolehkan menurunkan produksi hingga tidak lebih rendah dari 80% rata-rata bulanan di tahun lalu, seperti di laporkan oleh firma konsultansi Horizon Insights. Kebijakan baru ini melonggarkan aturan sebelumnya yang mewajibkan kilang mempertahankan produksi pada rata-rata dua tahun terakhir, sebagai upaya menjaga pasokan bahan bakar domestik di tengah gangguan akibat konflik Iran yang sempat memicu penutupan Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dunia. ( ben )




