Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai, melemahnya Rupiah justru dapat meningkatkan daya tarik Indonesia dimata wisatawan asing. Pemerintah berupaya memanfaatkan momentum itu melalui promosi, sales mission, hingga partisipasi dalam berbagai pameran internasional. Namun, situasi ini cenderung semu lantaran diiringi kenaikan biaya operasional industri pariwisata dan penurunan daya beli wisatawan domestik. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia PHRI menilai, depresiasi rupiah telah memengaruhi berbagai komponen biaya yang jadi tulang punggung industri pariwisata, salah satunya biaya tiket pesawat. Terdapat pula kenaikan harga energi dan potensi inflasi yang berisiko meningkatkan biaya operasional hotel, restoran, hingga usaha wisata lainnya. (bisnis-tbu)




