Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menghadapi tekanan politik yang kian besar setelah gelombang pengunduran diri kader Partai Keadilan Rakyat PKR mengarah ke partai baru bentukan mantan anak didiknya Rafizi Ramli. Situasi ini memicu keraguan terhadap soliditas koalisi pemerintahan Anwar menjelang potensi pemilu cepat yang bisa digelar tahun ini. Rafizi, mantan Menteri Ekonomi yang sebelumnya disebut-sebut sebagai calon penerus Anwar, awal bulan ini mengumumkan keluar dari PKR, melepas kursi parlemen, dan mengambil alih Partai Malaysia Bersatu atau Bersama. Partai itu mengklaim sudah menerima lebih dari 18 ribu pendaftaran anggota baru, dengan sekitar sepertiganya berasal dari eks kader PKR. ( tbu )




