Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Bumi Indonesia (Aspermigas), menyebut komponen utama dari tabung gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) 3 kg akan mendorong lonjakan harga 10 hingga 20 kali lipat dari tabung LPG 3 Kg. yang berbahan dasar pelat baja biasa. Untuk diketahui, pemerintah melalui Kementerian ESDM menargetkan bahan plastik atau polimer yang dibungkus dengan komposit serat karbon dan fiberglass sebagai bahan baku dari CNG 3 kg. hasil pilihan terbaik untuk tabung CNG adalah material yang ringan, tetapi tetap kuat seperti serat karbon. Namun, teknologi ini memiliki konsekuensi biaya produksi yang sangat mahal. ( MIS )




