Belanja negara dalam APBN hingga April 2026 melonjak signifikan seiring percepatan realisasi anggaran pemerintah. Total belanja APBN mencapai seribu 82,8 triliun, tumbuh 34,3% dibanding periode sama tahun lalu. Realisasi itu setara 28,2% dari total pagu APBN 2026 yang sebesar 3 ribu 842,7 triliun rupiah. Sebagai perbandingan, pada periode Januari–April 2025, belanja negara baru mencapai 806,2 triliun atau sekitar 22,3% dari pagu APBN saat itu. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan percepatan belanja dilakukan sebagai strategi pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Ia menepis anggapan penguatan posisi fiskal dilakukan dengan menahan belanja. Menurutnya, percepatan belanja diperlukan agar dampak stimulus fiskal segera dirasakan perekonomian. ( tbu )



